SEPUTAR PENGGUNAAN TERMINOLOGI ‘PERSATUAN’ DAN AKRONIM PERDAMI (1)

Oleh dr. Riki Tsan,Sp.M

Ada perbincangan yang menarik di facebook Perdami Bekasi, page Forum Perdami, seputar penggunaan istilah Persatuan dan akronim Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia.

Seperti kita ketahui, selama puluhan tahun kata “Perdami” dipakai untuk menyingkatkan nama organisasi  “Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia” . Namun baru beberapa tahun terakhir ini kata “Perdami” dipakai sebagai akronim dari “Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia”. Hal ini disebutkan  di dalam Anggaran Dasar Perdami Hasil Konas XII Semarang, pada BAB I,Nama,Waktu dan Kedudukan. Pasal 1 :

“Organisasi ini bernama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia dengan akronim PERDAMI, untuk internasional digunakan nama Indonesian Opthalmologists Association, disingkat IOA”

Yang menjadi bahan perbincangan ialah , pertama, apakah tepat menggunakan kata Persatuan ?. Kemudian, mana yang lebih tepat, menggunakan  nama PERSATUAN Dokter Spesialis Mata Indonesia  ataukah PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Mata Indonesia ?. Kedua, apakah kata “Perdami” memang tepat dijadikan sebagai  akronim dari “Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia” ?.

Kalau kita merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia, Perhimpunan diartikan dengan “ hal berhimpun sekelompok orang, negara, dan sebagainya dalam suatu ikatan resmi ; perkumpulan ; organisasi ”. Misalnya, organisasi Association of Southeast Asian Nations ( ASEAN) diterjemahkan dengan Perhimpunan Bangsa – Bangsa ( Negara Negara ) Asia Tenggara.

Persatuan diartikan dengan “ gabungan ( ikatan, kumpulan dan sebagainya ) beberapa bagian yang sudah bersatu ”. Contoh, Bahasa Indonesia adalah Bahasa Persatuan bangsa Indonesia. Artinya, bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis/suku dengan bahasa yang bermacam – macam itu diikat atau dikumpulkan oleh satu bahasa yaitu bahasa Indonesia.

Dalam konteks organisasi profesi dokter spesialis, Prof. Khalilul Rahman ( di dalam page Forum Perdami ) , menyebutkan bahwa ” PERHIMPUNAN ” adalah suatu kelompok tempat berhimpunnya orang orang yang terdiri dari berbagai profesi. Seperti, Perhimpunan Gerontologi Indonesia. Organisasi yang anggotanya bisa spesialis penyakit dalam, nerologist, spesialis bedah, ophthalmologis dan lain lain. Kalau organisasinya beranggotakan orang orang dengan profesi yang sama, disebut “PERSATUAN”.

Dari sisi pengertian bahasa, apa yang disampaikan oleh Prof Khalilul Rahman memang benar. Namun, kalau kita melihat kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Dokter Indonesia ( AD/ART IDI ), ternyata istilah Perhimpunan itupun ditujukan juga kepada ikatan/organisasi sekumpulan dokter dengan profesi yang sama dan bukan hanya dinisbatkan kepada dokter dengan profesi yang berbeda. IDI mengharuskan mencantumkan kata Perhimpunan untuk organisasi yang menghimpun dokter – dokter spesialis yang sama dari satu cabang ilmu kedokteran tertentu.

Namun, sebelum membahas hal tersebut lebih lanjut, ada baiknya kita melihat dulu bagaimana posisi Perdami atau organisasi profesi dokter spesialis lainnya di dalam ART IDI.  

Di dalam IDI, ada sebuah badan yang disebut dengan Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian ( MPPK ). MPPK adalah badan otonom IDI di tingkat pusat yang bertanggung jawab kepada siding khusus muktamar ( pasal 31 ).

MPPK terdiri dari 4 unsur/anggota. Masing – masing unsur/anggota disebut dengan Perhimpunan.  Keempat unsur atau Perhimpunan itu ialah :

1.Perhimpunan Dokter Pelayanan Kedokteran tingkat Pertama ( PDPP ).

2.Perhimpunan Dokter Pelayanan tingkat Rujukan/Perhimpunan Dokter Spesialis ( PDSp ).

3.Perhimpunan Dokter Seminat ( PDSm ).                                                                                  

4.Perhimpunan dalam Badan Kajian.

Di bawah ini , saya mencoba membuat ringkasan skema struktur dan posisi MPPK serta kaitannya dengan organisasi profesi seperti Perdami.

 

Mari kita fokus kepada  unsur  nomor 2 yaitu Perhimpunan Dokter Pelayanan tingkat Rujukan atau Perhimpunan Dokter Spesialis ( PDSp ). Apa yang dimaksud dengan PDSp ?.

Pada pasal 44 disebutkan : “ Perhimpunan dokter spesialis ( PDSp ) adalah unsur dalam Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian, yang terdiri dari anggota-anggota IDI yang memiliki profesi yang sama dalam bidang / disiplin spesialisasi kedokteran tertentu “.

Disini, istilah Perhimpunan adalah kumpulan dari dokter spesialis yang sama dalam bidang spesialisasi tertentu.

Di dalam web site resmi IDI ONLINE, terdapat 27 Perhimpunan. Sebagian besar  organisasi profesi dokter spesialis di Indonesia menggunakan kata Perhimpunan, kecuali PDGKI ( Persatuan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia ) , PERDAMI ( Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia ) dan IPABI           ( Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia ).

Sedikitnya ada 21 organisasi profesi dokter spesialis yang menggunakan kata Perhimpunan yakni 

 

  1. 1.      IDSAI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia )
  2. 2.      IPABI ( Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia ).
  3. 3.      PABOI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi Indonesia )
  4. 4.      PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia )
  5. 5.      PDS PATKLIN ( Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia
  6. 6.      PDPI ( Perhimpunan Dokter Paru Indonesia)
  7. 7.      PDSKJI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia).
  8. 8.      PERAPI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia
  9. 9.      PERDOKI ( Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia )
  10. 10.   PERDOSKI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia )
  11. 11.    PERDOSRI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia )
  12. 12.   PERDOSSI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia )
  13. 13.   PERHATI-KL (Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher )
  14. 14.   PERKI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia )
  15. 15.   PERSPEBSI (  Perhimpunan Spesialis Bedah Syaraf Indonesia ).
  16. 16.   POGI ( Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia )
  17. 17.   PDGMI ( Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia )
  18. 18.   IKABDI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia )
  19. 19.   PDAI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Akupunktur Indonesia )
  20. 20.  PDSRI ( Perhimpunan Spesialis Radiologi Indonesia )
  21. 21.   PERNEFRI ( Perhimpunan Nefrologi Indonesia )

Sebagai informasi tambahan. Pada naskah Hasil Muktamar IDI 27,Palembang 2009, pada bagian C. Tatalaksana Pembentukan dan Pengukuhan Perhimpunan, subbag 1. Perhimpunan Dokter Spesialis         ( PDSp) , item c.Tatalaksana Pengesahan, disebutkan :

“………………dengan menyertakan kelengkapan sebagai berikut :

- Nama lengkap PDSp bersangkutan ( dalam bahasa Indonesia dan Inggeris serta memakai kata Perhimpunan )

Kesimpulan. Dalam perspektif IDI, organisasi profesi dokter spesialis harus menggunakan terminologi Perhimpunan. Sementara itu, PDSp diwajibkan mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang tidak bertentangan dengan AD/ART IDI.

Berangkat dari uraian di atas, muncul sebuah pertanyaan, apakah Perdami masih akan tetap menggunakan kata PERSATUAN ataukah akan kembali kepada teks awal dengan memakai kata PERHIMPUNAN , mengikuti ketentuan dan AD/ART IDI ?.

( Bersambung )

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.