IMBAUAN PB IDI KEPADA DOKTER SELURUH INDONESIA TERKAIT KASUS KRIMINALISASI SEJAWAT DOKTER DI MANADO

stop kriminalisasi dokterKemarin, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( PB IDI ) telah mengadakan rapat koordinasi dengan BHP2A.

Ada 2 langkah yang akan dilakukan.

Pertama, langkah hukum.

Hari ini tim PB IDI berangkat ke Manado dengan membawa surat permohonan pengalihan penahanan kepada Kejaksaan Sulawesi Utara.
Ketua Umum juga sudah menelpon Menteri Kesehatan untuk ‘memback up’ upaya pengalihan penahanan. Kemudian, akan ada upaya Peninjauan Kembali (PK) dengan bukti bahwa ada pasal di dalam KUHP yang tidak dipakai MA dalam putusan Kasasinya yaitu pasal yang menyatakan bahwa kalau sudah diputus bebas murni , Kasasi tidak dapat dapat diajukan.

Kedua, kita akan lakukan langkah politis antara lain dengan :

1. Melakukan pernyataan sikap menolak kriminalisasi dokter , diikuti perintah kepada semua IDI Wilayah & IDI Cabang seluruh Indonesia untuk juga melakukan pernyataan sikap menolak kriminalisasi dokter secara serentak pada hari Senin 18 November 2013.

2. PB IDI menyerukan kepada seluruh dokter Indonesia untuk melakukan do’a keprihatinan atas kasus kriminalisasi dokter secara serentak pada hari Senin 18 November 2013 selama 1 jam di tempat kerja masing masing.

( Dr Daeng M Faqih, Sekjen PB IDI )

4 responses

  1. Herman Meerzorg | Reply

    Jadi dokter2 di Indonesia mau lakukan kesalahan fatal terhadap pasien apapun, tetapi menerut mereka dalam rangka pembuatan kesalahan fatal mereka tidak bertanggung jawab, karena mereka harus mempunyai status sama dengan Allah!

    1. Kesalahan fatal dari pemikiran anda ialah ketika anda menyebutkan bahwa ‘dokter2 di Indonesia mau lakukan kesalahan fatal terhadap pasien apapun’,’mereka tidak bertanggung jawab’ dan ‘mereka harus mempunyai status sama dengan Allah’…..Bereskan dulu kesalahan fatal anda ini, supaya anda bisa berfikir jernih !. Ma’af.

  2. Herman Meerzorg | Reply

    Jadi menerut anda Hakim yg memberikan vonis ke dokter2 itu setelah segala pemeriksaan salah???Yg saya susah paham dan terima adalah kenapa para dokter2 di Indonesia ingin mendampingi dokter2 yg buat kesalahan fatal!! Kasus ini sama dgn kasus pilot yg buat human error, dgn akibat banyak orang yg wafat. Kemudian pilot itu setelah pemeriksaan divonis, dan semua pilot demo karena pilot2 dgn vonis itu dikriminalisasi

    1. Di Pengadilan Negeri, Hakim telah memutuskan bahwa Dr.Ayu dkk tidak terbukti melakukan kesalahan apapun.

      Lalu, apa vonis hakim MA itu salah ?. Bisa saja salah/keliru, mereka bukan Allah.
      Numpang tanya mas, apa anda fikir anda hidup di sebuah negeri yang secara pasti bisa memberikan keputusan hukum secara adil ?. Apa anda tidak ingat , betapa hukum di negeri kita ini pernah dihancurleburkan oleh Ketuanya sendiri (AM) di sebuah lembaga hukum, yang katanya sebagai benteng dan pilar hukum di Indonesia.
      Namun, betapapun amburadulnya hukum di Indonesia, tetapi kami sama sekali tidak menolak keputusan kasasi yang dijatuhkan oleh Hakim MA, tetapi kami mempertanyakannya. Karena itulah kami mengajukan upaya Peninjauan Kembali dan menyampaikan ekspressi ketidaksetujuan kami. Apakah ini salah dan keliru ?.

      ‘Kenapa dokter2 di Indonesia ingin mendampingi dokter2 yang buat kesalahan fatal!!. Lalu, anda menganalogikannya dengan pilot yang melakukan human error.
      Saya sudah menyebutkan bahwa kesalahan fatal pemikiran anda adalah terlalu seringnya anda menyebut menyebut ‘dokter membuat kesalahan fatal’……pemikiran anda semakin fatal kesalahannya tatkala anda ‘menganalogikan kesalahan fatal dokter itu dengan human error yang dilakukan oleh pilot pesawat’….

      Tolong dijawab. Apakah analogi absurd anda itu bisa menyama nyamakan antara human error yang dilakukan si pilot dengan tindakan emergency yang dilakukan dr. Ayu untuk menolong pasien yang dalam keadaan gawat darurat ?.
      Apakah analogi anda yang absurd itu bisa menyama nyamakan antara tindakan human error yang dilakukan si pilot sehingga menjadi akibat yang pasti,jelas dan nyata menyebabkan wafatnya para penumpang dibandingkan dengan tindakan dr.Ayu dkk yang tidak bisa dipastikan, tidakjelas dan tidak nyata menyebabkan wafatnya pasien gawat yang ditolongnya ?.

      Kalau anda dan teman teman anda bisa menjawab 2 pertanyaan di atas…. barulah anda bisa memahami ( atau mungkin bisa menerima ) kenapa dokter dokter se Indonesia membela kolega mereka yang dikriminalisasikan itu !.

      Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s